Selasa, 14 September 2010

Pendeta Terry Jones

Pendeta Terry Jones adalah pendeta Dove World Outreach Center yang berencana untuk memimpin massa dalam Rencana Pembakaran Al 'Quran dalam rangka memperingati 9 / 11.

 9/11

Sementara kemarahan dunia sehubungan dengan rencana satu gereja di Floria untuk membakar kitab suci Al-Quran, Pemerintah Amerika Serikat menyatakan gagasan itu datang dari kelompok pinggiran yang terkucil dan jauh dari masyarakat arus utama.Jones mengatakan ia takut bahwa AS akan menjadi seperti Eropa, di mana umat Islam "populasinya meningkat, menuntut hukum syariah, pengadilan syariah, yang merupakan bentuk hukuman yang sangat keras." Hari bakar Quran, katanya, adalah sebuah peringatan bahwa hal-hal itu tidak bisa diterima di Amerika.

Ketika berbicara dengan Chris Matthews, Jones ditanya apakah orang akan memiliki reaksi positif atau negatif terhadap rencananya itu, ia menjawab. "Saya pikir itu akan positif," kata Jones.

"Kita berurusan dengan masyarakat dan dengan hukum syariah yang membenarkan pembunuhan dan perajaman kaum homoseksual, dan para pezinah dirajam," lanjutnya.

Kata Jones: Dan apa yang kita capai dengan pembakaran Quran adalah untuk mengirim pesan yang sangat jelas dan radikal bagi umat Islam, bahwa hukum Syariah tidak diterima di Amerika.

Matthews juga bertanya jika mantan Presiden AS, George Bush menelefonnya secara pribadi, apakah Jones akan berubah pikiran, dan Jones mengatakan tidak: "Kami akan terus maju," jawabnya.

Al-Qur'an adalah wahyu dari Allah Azza Wa Jalla yang diturunkan kepada Baginda Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam melalui Malaikat Jibril, sebagai penutup semua kitab-kitab sebelumnya, dan kaum Muslimin mengimaninya. Dan, Kitab Al-Qur'anul Karim itu, juga merupakan minhajul hayahy bagi kaum muslimin di seluruh dunia.

Tidak ada relasi antara pemboman Gedung WTC (World Trade Center) di Manhattan (New York) yang terjadi pada 9/11 yang lalu. Dan, sampai sekarang belum pernah dibuktikan siapa pelaku pemboman itu. Tapi, mengapa pendeta Terry Jones akan melakukan prosesi pembakaran Al-Qur'an sebagai cara memperingati peristiwa itu?

Pembatalan rencana Terry Jones. 

 
Pendeta Terry Jones yang menjadi sorotan dunia telah membatalkan rencananya membakar Al-Quran. Dalam wawancara dengan stasiun televisi NBC, Jones mengatakan Tuhan telah memerintahkannya untuk menghentikan rencananya tersebut.
"Tidak, kami tidak akan membakar Al-Quran," kata Jones. "Tidak hari ini dan tidak akan pernah."

Sejak menyatakan akan membakar Al-Quran, Terry Jones terus menjadi pusat perhatian dunia. Pria 58 tahun ini adalah pendeta di Dove World Outreach Center, sebuah gereja kecil di Gainesville, Florida, Amerika Serikat, sejak 1996.
Di masa muda dia pernah bekerja sebagai manajer hotel, lalu banting stir menjadi penceramah berkeliling Eropa selama 30 tahun. Pendeta bergaris wajah keras, dengan rambut dan kumis putih, ini menggemari film Braveheart karya Mel Gibson.
Mengambil inspirasi film perang Skotlandia-Inggris yang berlatar agama itu, dia meluncurkan seri video dalam jaringan dengan semangat anti-Islam. Dampaknya, ceramah-ceramah SARA-nya menjangkau audiens luas, melewati 50 keluarga jemaat gerejanya.
Pendeta Jones juga mengarang buku "Islam sama dengan Iblis". Frase yang sama dipampang di lingkungan gerejanya. Kampanye negatif ini dia luncurkan sejak 2002, setahun setelah serangan 11 September.
Sejumlah protes dan aksi menentang rencana Jones merebak di penjuru dunia. Umat muslim di Somalia, Afghanistan dan Indonesia menentang Jones.

0 komentar:

Poskan Komentar